Ada ebook aliah buku elektronik gratis nih buat para penggemar Ubuntu, namanya Ubuntu Pocket Guide.

Buku ini ditulis oleh Kheir Thomas dan tersedia untuk diunduh secara gratis di
Dan buat anda yang lebih suka membaca buku cetak, tersedia juga versi cetak yang bisa dibeli di sini.
Buat sekolah atau madrasah, instansi, lembaga, yayasan, dsb (yang pasti non-profit) yang membutuhkan komputer tetapi tidak memiliki dana dan siap mengimplementasikan perangkat lunak sumber terbuka (open source) tersedia komputer gratis dari AOSI. Bila tertarik silakan lihat info lebih lanjut di sini.
Nmap merupakan salah satu perangkat lunak paling banyak digunakan untuk melakukan scanning di jaringan. Nmap terkenal sebagai tool yang multiplatform, cepat, dan ringan. Di bawah ini beberapa opsi yang biasa digunakan untuk melakukan scanning di jaringan, mohon maaf kalau misalnya ada yang salah.
Scanning Mode TCP Connect
nmap -sT alamat_host -v
Scanning Mode TCP Syn (Half Open)
nmap -sS alamat_host -v
Scanning Mode TCP Fin
nmap -sF alamat_host -v
Scanning Mode Xmas tree
nmap -sX alamat_host -v
Scanning Mode TCP Null
nmap -sN alamat_host -v
Scanning Mode TCP Windows
nmap -sW alamat_host -v
Scanning Mode TCP RPC
nmap -sR alamat_host -v
Scanning Mode UDP
nmap -O alamat_host -v
Scanning Untuk Mendeteksi Versi Perangkat Lunak
nmap -sV alamat_host -v
Silakan ganti alamat_host dengan IP atau nama domain host yang akan dipindai, bisa juga diganti dengan alamat suatu jaringan. Contoh
nmap -sS google.com
nmap -sT 192.168.1.10
nmap -sX 10.1.10.0/24
Tidak ingin sesi ssh remote login anda dicatat di log oleh sistem? Gampang, login saja menggunakan perintah di bawah ini
ssh -T -l user remote-host "/bin/sh -i"
Jangan lupa mengganti user dengan nama pengguna yang anda gunakan dan remote-host dengan alamat ip atau nama host remote yang hendak anda gunakan untuk login ssh. Contoh
ssh -T -l root gateway "/bin/sh -i"
Dijamin anda tidak akan meninggalkan jejak apapun, coba saja cek dengan perintah
last
atau
who -a
saat masih login di host remote.
Perintah ini berguna untuk mengaiktan (mount) sebuah direktori ke direktori lain, tidak seperti perintah mount biasa yang mengaitkan sistem berkas ke suatu direktori. Dari terminal jalankan:
mount /dari/sumber /ke/tujuan
Misalnya saya ingin semua isi dari direktori /media/data/admin/Master/ tampil di /var/ftp/pub/iso/ maka perintah yang harus saya jalankan adalah:
mount --bind /media/data/admin/Master/ /var/ftp/pub/iso/
Setelah menjalankan perintah ini, periksa apakah perintah yang kita jalankan berhasil dengan perintah mount
[root@sakera data]# mount
/dev/sda1 on / type ext3 (rw)
proc on /proc type proc (rw)
sysfs on /sys type sysfs (rw)
devpts on /dev/pts type devpts (rw,gid=5,mode=620)
tmpfs on /dev/shm type tmpfs (rw)
/dev/sda2 on /home type ext3 (rw)
/dev/hda1 on /media/data type ext3 (rw)
/dev/sda4 on /var type ext3 (rw)
none on /proc/sys/fs/binfmt_misc type binfmt_misc (rw)
sunrpc on /var/lib/nfs/rpc_pipefs type rpc_pipefs (rw)
nfsd on /proc/fs/nfsd type nfsd (rw)
/media/data/admin/Master on /var/ftp/pub/iso type none (rw,bind)
Dari baris terakhir kita ketahui bahwa perintah mount yang kita jalankan sudah berhasil dan kita akan bisa melihat isi direktori /media/data/admin/Master/ melalui ftp.
| Sen | Sel | Rab | Kam | Jum | Sab | Min |
|---|---|---|---|---|---|---|
| << < | > >> | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | 31 | ||||
Credits: framework | green hosting | test site